PEKANBARU KHAZANAHRIAU.COM- Kepala Dinas Perkebunan Provinsi Riau, Syahrial Abdi, secara resmi membuka pelatihan teknis budidaya tanaman kelapa sawit I & II di salah satu hotel di Pekanbaru, yang berlangsung mulai dari tanggal 4 hingga 7 Juni 2024. Acara ini diselenggarakan oleh LPP Agro Nusantara bekerja sama dengan Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit (BPDPKS) diikuti oleh 60 petani dari berbagai desa di Kabupaten Siak.
Dalam pembukaan acara, Kadisbun Riau menyoroti pentingnya peningkatan produktivitas kebun kelapa sawit untuk mendukung ekonomi masyarakat petani. "Bupati Siak konsen terhadap petani sawitnya. Hanya saja, produktivitas kebunnya harus ditingkatkan," ujar Syahrial Abdi.
Salah satu upaya untuk meningkatkan produktivitas adalah dengan memastikan ketersediaan bibit berkualitas baik dengan harga yang terjangkau. Riau memiliki lembaga yang menyediakan bibit tersebut dengan subsidi harga, serta Unit Pelaksana Teknis (UPT) yang bertugas mensertifikasi bibit.
Meskipun sebagian besar lahan perkebunan sawit berada di bawah kepemilikan masyarakat, Syahrial Abdi menekankan perlunya sinergi antara pemerintah, petani, dan perusahaan. "Sawit memberikan kontribusi besar terhadap perekonomian masyarakat. Kami berharap para petani bisa bersatu sehingga bisa mengelola kebun mereka seperti perusahaan," tambahnya.
Ia juga mengatakan dari 2,9 juta hektar lahan yang kebun sawit di Riau, 1,7 hektar di antaranya adalah kebun milik masyarakat. Karena itulah, kalau saja para petani sawit mau saling bersinrgi, bukan tidak mungkin kebun mereka dikelola selayaknya perusahaan.
Bupati dan Gubernur Riau juga menegaskan komitmen mereka dalam mendukung sektor perkebunan sawit untuk kesejahteraan masyarakat. Salah satu peran penting Pemprov Riau adalah menetapkan harga jual sawit dengan melibatkan sejumlah pihak sehingga petani tidak merasa dirugikan.
Selain memberikan pelatihan teknis, dikatakan oleh Dede Yudo Kurniawan selaku ketua pelaksana acara, pelatihan ini juga akan melibatkan kunjungan lapangan ke Sungai Pagar, Kampar Kiri, untuk melihat praktik budidaya yang dilakukan oleh perusahaan perkebunan. ***(ian)